bk sma darul ulum
pendidikan kunci masa depan

Kategori

 
 
 

Komentator

  •  (1)
  •  (1)
  •  (1)
  •  (1)
  •  (1)
  •  

    Pengunjung

    1226151
     

    Asal Mula Nama Simalungun

    Elemen Budaya: Cerita Rakyat
    Provinsi: Sumatera Utara
    Asal Daerah: Sumatera Utara

    Simalungun adalah nama salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Sumatra Utara. Dulu, sebelum bernama Simalungun, daerah ini dikenal dengan nama Kampung Nagur. Namun karena sebuah peristiwa, daerah tersebut kemudian dinamai Simalungun. Peristiwa apakah yang menyebabkan perubahan nama itu? Simak kisahnya dalam cerita Asal Mula Nama Simalungun berikut ini!

    * * *

    Dahulu, di wilayah Kampung Nagur, Sumatra Utara, terdapat sebuah kerajaan kecil bernama Kerajaan Tanah Djawo. Kerajaan suku Batak yang bermarga Sinaga ini dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Dalam menjalankan tugas pemerintahan, sang Raja didampingi oleh sejumlah hulubalang yang tangguh dan setia sehingga kerajaan ini aman dan tenteram.

    Sementara itu, di luar wilayah Nagur, terdapat pula dua kerajaan suku Batak yang berlainan marga, yaitu Kerajaan Silou dari marga Purba Tambak dan Kerajaan Raya dari marga Saragih Garingging. Meskipun berlainan marga, kedua kerajaan ini menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Nagur. Rakyat mereka pun senantiasa hidup rukun dan makmur. Kemakmuran ketiga kerajaan kecil itu ternyata menarik perhatian kerajaan-kerajaan lain untuk menguasainya.

    Suatu hari, tersiar kabar bahwa Kerajaan Majapahit dari tanah Jawa akan datang menyerang Kerajaan Tanah Djawo. Mendengar kabar tersebut, Raja Tanah Djawo segera meminta bantuan kepada Kerajaan Silou dan Kerajaan Raya. Kedua kerajaan itu pun menyatakan kesediaan untuk membantu Kerajaan Tanah Djawo dalam menangkal serangan dari Kerajaan Majapahit.

    Bantuan yang diberikan oleh Kerajaan Silou dan Kerajaan Raya ternyata sanggup menangkal bahkan mengusir pasukan Majapahit dari wilayah Nagur. Hal yang sama terjadi ketika Kerajaan Silou mendapat serangan dari Kerajaan Aceh. Kedua kerajaan ini, Kerajaan Tanah Djawo dan Kerajaan Raya, membantu Kerajaan Silou hingga akhirnya selamat dari ancaman bahaya.

    Suatu ketika, ribuan tentara yang tidak diketahui asalnya datang menyerang ketiga kerajaan tersebut secara bergantian. Pertama-tama, mereka Kerajaan Tanah Djawo, lalu Kerajaan Silou, dan terakhir Kerajaan Raya. Meskipun sudah saling membantu, ketiga kerajaan tersebut akhirnya takluk juga. Serangan itu membuat masing-masing raja terpaksa menyelamatkan diri. Hal yang sama terjadi pula para rakyat yang lari tunggang-langgang menghindari sergapan musuh. Mereka meninggalkan wilayah itu secara berkelompok. Selama masa pelarian, mereka harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran musuh.

    Nasib para pengungsi tersebut sangat menderita. Mereka dilanda kelaparan dan terserang berbagai macam penyakit. Untuk bertahan hidup, setiap kelompok pengungsi mencari tempat tinggal masing-masing yang dirasa aman. Sekelompok pengungsi dari Kampung Nagur kemudian menemukan tanah Sahili Misir yang kini dikenal pulau Samosir, yaitu sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba. Di sanalah mereka menetap dan membuka perladangan untuk bercocok tanam.

    Setelah sekian lama menetap di pulau itu, hidup mereka pun mulai tertata. Bahkan, mereka telah memiliki anak cucu. Suatu ketika, mereka merasa rindu untuk kembali ke kampung halaman di Kampung Nagur. Mereka akhirnya mengadakan musyawarah.

    "Siapa di antara kalian yang ingin kembali ke Kampung Nagur?" tanya seorang sesepuh selaku pemimpin musyawarah.

    Mendengar pertanyaan itu, sebagian dari peserta enggan untuk kembali ke kampung halaman mereka.

    "Maaf, Bapak-bapak. Kenapa kalian tidak mau ikut bersama kami? Apakah kalian tidak rindu pada kampung halaman?" tanya sesepuh itu kepada mereka.

    "Maaf, Tuan Sesepuh. Sebenarnya kami pun sangat rindu pada kampung halaman. Tapi, kami sudah merasa betah dan nyaman tinggal di pulau ini. Tempat ini sudah seperti kampung halaman sendiri. Lagi pula, siapa yang akan menjaga hewan ternak dan ladang-ladang jika semuanya ikut kembali ke kampung halaman?" jawab salah seorang peserta musyawarah.

    "Benar Tuan Sesepuh, anak dan cucu kami pun merasa senang tinggal di pulau ini," imbuh seorang peserta musyawarah lainnya.

    "Baiklah, kalau begitu. Bagi yang ingin tetap tinggal di sini, ku harap kalian tetap merawat baik-baik tempat ini. Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman harap segera mempersiapkan segala sesuatunya," ujar sesepuh itu.

    Para warga yang berkeinginan kembali ke kampung halaman segera mengadakan persiapan seperlunya. Mereka akhirnya berangkat menuju Kampung Nagur. Setelah berhari-hari menempuh perjalanan, mereka akhirnya tiba di Kampung Nagur. Saat tiba kampung halaman, beberapa warga terlihat menangis. Mereka teringat pada peristiwa yang menimpa kampung mereka dahulu. Rumah-rumah mereka telah tiada. Hanya tumbuhan semak-belukar dan pepohonan yang terlihat tumbuh dengan subur.

    "Sima-sima nalungun," kata mereka.

    Sejak itulah Kampung Nagur berubah nama menjadi Sima-sima Nalungun, yang berarti daerah sunyi sepi. Lama-kelamaan, orang-orang menyebutnya Simalungun. Hingga saat ini, kata Simalungun tetap dipakai untuk menyebut nama sebuah Kabupaten di Provinsi Sumatra Utara.

    * * *

    Demikian cerita Asal Mula Nama Simalungun dari daerah Simalungun, Provinsi Sumatra Utara. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa kerjasama dan saling membantu termasuk sifat terpuji yang patut diteladani. Sifat ini ditunjukkan oleh ketiga kerajaan tersebut di atas. Meskipun berbeda marga, mereka senantiasa saling membantu manakala salah satu di antaranya tertimpa musibah. Selain itu, cerita di atas juga mengajarkan kepada kita tentang cinta terhadap kampung halaman. Kita tidak boleh melupakan siapa diri kita dan darimana kita berasal.

    Komentar :

    No Komen : 2
    www.loginsystems.biz/watches-plaza.html :: 23-07-2013 07:14:24
    Richard Mille’s latest addition to its ‘partner racing drivers’ team is French driver Romain Dumas, winner of the Le Mans 24-hour race.
     
    No Komen : 1
    cartier replica :: 23-07-2013 07:13:39
    cerita di atas juga mengajarkan kepada kita tentang cinta terhadap kampung halaman. Kita tidak boleh melupakan siapa diri kita dan darimana kita berasal.
     
    Nama :
    E-mail :
    Web :
    Komentar :
    Masukkan kode pada gambar

        [Emoticon]
     

    Pengumuman PPMB

     

    Artikel Popular

    • download silabus, rpp, buku kurikulum 2013
      kurikulum 2013 - 01-08-2013 17:37:09  (48)
    • TUGAS 1 SOSIOLOGI BAB 1 SEMESTER 2 KELAS XI IPS
      TUGAS SISWA - 10-04-2013 01:57:44  (26)
    • Evaluasi Diri Guru BK Tahun 2013
      administrasi bimbingan konseling - 16-02-2013 02:17:25  (22)
    • administrasi bimbingan konseling disekolah tahun ajaran 2014
      administrasi bimbingan konseling - 26-11-2013 21:54:51  (16)
    • TUGAS 2 SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 DAN 2
      TUGAS SISWA - 29-05-2013 23:38:12  (13)
     
     
     

    www.klikakuaja.com

    • http://www.facebook.com/ajax/mercury/attachments/photo/view/?uri=%2Fajax%2Fmessaging%2Fattachment.php%3Fattach_id%3D17539ceb6e8bc935fdf74b3f0f1a7634%26mid%3Dmid.1358910823498%253A69f6bf83b1b2e44324%26hash%3DAQAfes_nyc_PBZiO&attach_id=17539ceb6e8bc935fdf74b3f0f1a7634&message=mid.1358910823498%3A69f6bf83b1b2e44324&hash=AQDxJsZpECg0b7Ua
     

    PR

     

    facebook

     

    mesin pencari data

     

    google analytics

     

    meta

    • <data:blog.pageTitle/> <data:blog.pageName/> <data:blog.pageTitle/> <data:blog.pageName/> | <data:blog.title/>
     

    blog lowongan kerja

    • pasang iklan,
      pasang lowongan,
      pasang artikel anda di blog ini.

        Gratis

     

    • konsultasikan masalah anda pada kami,

      kami akan bantu

     

    dapatkan uang dari

     

    belanja hp dan gadge

    • xiaomi
     

    bimbingan konseling

     
     
    Home | Profil | Pengumuman

    Copyright © makinpintar.com | UNAIR | Smartcloud